Dalam dunia pengajaran bahasa Inggris, eliciting adalah teknik yang sangat dihargai untuk menarik informasi, kosakata, atau ide dari siswa daripada sekadar memberitahukannya secara langsung. Teknik ini mengubah dinamika kelas menjadi lebih berpusat pada siswa (student-centered), di mana siswa aktif terlibat dalam membangun pemahaman bahasa mereka sendiri.
Berikut adalah 5 konsep utama untuk mengajarkan kosakata bahasa Inggris melalui teknik eliciting:
1. Penggunaan Konteks dan Skenario Dunia Nyata
Membangun konteks yang relevan adalah salah satu cara paling efektif untuk memicu kosakata. Alih-alih memberikan daftar kata, guru dapat menciptakan situasi, seperti mendeskripsikan pengalaman makan di restoran untuk memicu kata-kata seperti "menu", "waiter", atau "bill". Skenario imajiner, seperti persiapan di bandara, juga membantu siswa memanggil kembali kosakata yang relevan dengan situasi tersebut secara alami.
2. Visual dan Realia (Benda Nyata)
Gambar dan benda nyata adalah alat yang sangat kuat, terutama untuk kata-kata yang mudah direpresentasikan secara visual. Guru dapat menunjukkan foto suasana sekolah dan bertanya, "Apa yang kalian lihat?" untuk memicu jawaban seperti "classroom" atau "whiteboard". Teknik ini membantu siswa menghubungkan kata-kata dengan objek yang sudah mereka kenal dalam kehidupan sehari-hari.
3. Miming dan Bahasa Tubuh (Gestur)
Miming atau memperagakan tindakan adalah metode umum yang membuat kelas lebih hidup dan interaktif. Misalnya, jika ingin mengajarkan kata "big," guru dapat merentangkan tangan lebar-lebar dan meminta siswa menebak kata sifat yang sesuai. Jika siswa salah menebak, guru dapat memberikan gestur tambahan atau ekspresi yang lebih menekankan petunjuk tersebut hingga siswa berhasil menemukannya.
4. Penggunaan Sinonim, Antonim, dan Definisi
Untuk siswa di level yang lebih tinggi, memberikan definisi, sinonim, atau antonim adalah cara yang bagus untuk mempertahankan dan memperluas kosakata mereka. Contohnya, untuk memicu kata "fast," guru bisa bertanya, "Apa kata lain untuk cepat?" atau memberikan kalimat rumpang seperti "Ini adalah sesuatu yang bisa kamu kendarai, tapi bukan kuda" untuk memicu kata "bicycle".
5. Prompting Bertahap (Gradual Prompts)
Terkadang siswa membutuhkan bantuan ekstra melalui serangkaian pertanyaan kecil yang membimbing mereka ke target kosakata. Guru tidak perlu memberikan definisi penuh sekaligus, melainkan bisa mulai dari pertanyaan umum. Contohnya, untuk mendapatkan kata "Swimsuit," guru bisa mulai dengan bertanya, "Apa yang kamu lakukan di kolam renang?" lalu berlanjut ke "Apa yang kamu pakai saat berenang?" hingga siswa menemukan kata yang tepat.
Kesimpulan: Kunci utama dari eliciting adalah kesabaran. Berikan siswa waktu untuk berpikir, dan jangan biarkan proses ini berubah menjadi permainan tebak-tebakan yang membosankan. Jika siswa benar-benar tidak tahu, tidak apa-apa bagi guru untuk akhirnya memberikan kata tersebut setelah makna konsepnya sudah jelas dipahami.
forum Discussion